Apresiasi Pengabdian Terbaik, Unikama Kukuhkan Dua Dosen FST sebagai DPL KKN Teladan

FSTUnikama — Menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar menjalankan tugas administratif atau memantau mahasiswa dari jauh. Lebih dari itu, peran ini adalah momentum membersamai proses belajar mahasiswa secara langsung di tengah denyut kehidupan masyarakat.

Hal inilah yang dirasakan dua dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Moh. Ahsan, S.Kom., MT. dan Yuniar Ika Putri Pratama, M.Pd. yang baru saja dinobatkan sebagai DPL KKN Terbaik Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Di balik penghargaan tersebut, tersimpan cerita dedikasi, suka duka mendampingi mahasiswa, serta komitmen kuat untuk menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan program KKN di lapangan sangat bergantung pada bagaimana mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik dan beradaptasi dengan budaya lokal. Moh. Ahsan, S.Kom., MT., selaku DPL menekankan kepada mahasiswa bimbingannya agar tidak segan turun tangan langsung mengenali potensi serta permasalahan di desa tempat KKN.

“Penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan, namun apresiasi sesungguhnya adalah milik para mahasiswa yang telah bekerja keras di lapangan. Kunci sukses KKN terletak pada keterbukaan mahasiswa untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat, lalu merumuskan solusi berbasis teknologi dan inovasi yang aplikatif,” ungkap Moh. Ahsan.

Ia menambahkan, tantangan terbesar di lapangan justru menjadi ajang melatih mental kepemimpinan mahasiswa. Ketika program kerja yang dirancang dapat berjalan lancar dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, disitulah kepuasan batin seorang dosen terbayar lunas.

Senada dengan hal tersebut, Yuniar Ika Putri Pratama, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian kelompok mahasiswa yang ia bimbing. Menurutnya, pendekatan humanis dan sentuhan di bidang pendidikan serta sosial menjadi pilar penting agar program KKN meninggalkan jejak yang berkelanjutan.

“Bagi saya, mendampingi KKN adalah tentang menumbuhkan empati sosial mahasiswa. Kami selalu berdiskusi agar program yang dibawa tidak muluk-muluk, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat setempat. Melihat mahasiswa berbaur akrab dengan warga dan anak-anak desa adalah kebahagiaan tersendiri,” tutur Yuniar Ika Putri.

Ia juga berpesan agar semangat pengabdian ini tidak berhenti sekadar menggugurkan kewajiban akademik atau selesai saat penarikan mahasiswa dari lokasi KKN. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang didapatkan selama di desa diharapkan terus dibawa oleh mahasiswa hingga mereka lulus dan berkarier di tengah masyarakat luas, pesannya.

Ungkapan dan refleksi dari kedua DPL teladan ini menegaskan bahwa kualitas pengabdian di Unikama dibangun atas dasar ketulusan, kolaborasi erat, serta semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan, pencapaian serta kisah inspiratif dari Moh. Ahsan dan Yuniar Ika Putri dapat memotivasi dosen-dosen lain untuk terus memberikan bimbingan terbaik bagi generasi muda Unikama di masa mendatang.

Scroll to Top