Lulusan FST Unikama Harus Menjadi Garda Terdepan Untuk Membangun Negeri

FSTUnikama – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sukses menggelar acara Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti sebanyak 75 peserta yudisium yang bertempat di Auditorium Multikultural Unikama (12/8).

Para peserta yang resmi menyandang gelar kelulusan tersebut berasal dari lima program studi (prodi) di lingkungan FST Unikama. Prodi Teknik Informatika 43 mahasiswa, Prodi Pendidikan Matematika 13 mahasiswa, Prodi Sistem Informasi 12 mahasiswa, Prodi Pendidikan Fisika 6 mahasiswa, dan Prodi Pendidikan IPA 1 mahasiswa.

Dekan FST Unikama, Dr. Hena Dian Ayu, M.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kelulusan para mahasiswa. Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, terus berinovasi, serta mampu mengaplikasikan keilmuan dan keterampilan sains maupun teknologi di tengah dinamika masyarakat dan dunia kerja.

“Yudisium ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan titik awal untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah didapat. Kami berharap para lulusan FST Unikama mampu menjadi inovator, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta senantiasa menjaga nama baik almamater di masyarakat maupun dunia kerja,” ungkap Dekan FST dalam amanatnya.

Lulusan FST diharapkan menjadi pribadi yang Futuristik, Memiliki visi jauh ke depan dalam merancang karier dan menghadapi tantangan teknologi, SMART, cerdas merumuskan masalah, dan Transformatif, mampu memberikan solusi serta dampak positif bagi masyarakat.

Sylvia Novi Asmara Devi, prodi Pendidikan IPA berhasil meraih Indek Prestasi Kumulatif tertinggi, 3.89. Disusul Royhan Abdus Surur, Pendidikan Matematika 3.88, Muhammad, Teknik Informatika 3.84, Yonatan Vertiko Febriansa, Sistem Informasi 3.83, dan Muhammad Hisham Ashbihani, Pendidikan Fisika 3.80.

Dalam sambutannya, Sylvia Novi Asmara Devi peraih IPK tertinggi mengungkapkan bahwa momentum yudisium kerap dianggap sebagai penutup dari masa-masa perkuliahan, praktikum, serta proses panjang penyusunan skripsi. Namun, ia menekankan bahwa hari tersebut pada hakikatnya adalah perayaan atas perjuangan pantang menyerah yang telah mencapai titik akhir.

“Kita semua tentu memiliki cerita masing-masing. Ada hari ketika kita begitu bersemangat, ada masa ketika kita bertanya apakah bisa menyelesaikannya, dan ternyata kita bisa,” ujar Silviana dalam pidatonya.

Dengan demikian, Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan para lulusan sampai di tahap ini bukanlah karena perjalanan akademis yang selalu mudah, melainkan karena komitmen untuk terus melangkah walau diterpa berbagai tantangan. Gadis berkerudung ini juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih mendalam kepada jajaran dosen serta pimpinan fakultas yang telah membimbing dan mentransfer ilmu selama masa studi. Momen yudisium ini menjadi penanda awal bagi para lulusan Fakultas Sains dan Teknologi untuk melangkah ke jenjang berikutnya, membawa ilmu serta pengalaman yang telah ditimpa selama menuntut ilmu di bangku kuliah, tutupnya.

Scroll to Top