Tahun Ketiga Pendampingan, Unikama Fokus Naikkan Kapasitas dan Daya Saing Mebel Randusari Menuju Pasar Ekspor

FSTUnikama – Komitmen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha daerah kembali diarahkan pada persoalan nyata di sektor produksi. Kali ini, Unikama menyasar industri mebel di Kelurahan Randusari, Kota Pasuruan, yang masih menghadapi keterbatasan peralatan untuk menghasilkan komponen kayu secara presisi dan efisien.

Persoalan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) tahun ketiga. Program yang mengusung tema “Penerapan Teknologi Mesin CNC Berbasis Android, E-Commerce dan Cloud Computing guna Peningkatan Kapasitas Produk Unggulan Mebel Randusari, Pasuruan Menuju Pasar Ekspor” dilaksanakan di Kelurahan Randusari, belum lama ini.

Ketua tim PkM, Dr. Rosita Dwi Ferdiani, S.T., M.Pd., mengatakan keberlanjutan program hingga tahun ketiga menunjukkan upaya Unikama untuk tidak berhenti pada kegiatan pendampingan yang bersifat sesaat. Pendekatan yang dilakukan diarahkan untuk menjawab kebutuhan mitra berdasarkan persoalan yang ditemukan dalam proses produksi.

“Komitmen kami adalah mendampingi mitra berdasarkan kebutuhan riil yang mereka hadapi. Jadi bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi melihat apa yang menjadi kendala di lapangan dan teknologi apa yang memang dibutuhkan,” kata Rosita.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang ditemukan pada mitra adalah keterbatasan mesin produksi. Pengrajin belum memiliki mesin khusus yang dapat digunakan untuk membuat lubang berbentuk persegi maupun persegi panjang pada material kayu. Di sisi lain, mesin untuk meratakan kayu juga belum tersedia.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses pengerjaan produk, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketepatan ukuran dan bentuk. Karena itu, penguatan kapasitas produksi tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan dukungan peralatan yang sesuai.

“Ketika kita berbicara tentang peningkatan kapasitas produksi, mesinnya juga harus mendukung. Ada pekerjaan tertentu yang membutuhkan ketepatan dan konsistensi, sehingga tidak bisa terus mengandalkan cara manual,” ujarnya.

Sebagai bagian dari intervensi tersebut, tim menyerahkan peralatan produksi berupa mesin serkel atau pemotong kayu dan mortise machine kepada mitra. Penyerahan peralatan disertai pelatihan penggunaan sehingga mesin dapat langsung diintegrasikan dalam aktivitas produksi.

Dua mitra yang menjadi sasaran program adalah UD Sumber Urip dan UD Ike Mebel, pengrajin mebel yang berada di wilayah Randusari. Keduanya menjadi bagian dari upaya pengembangan produk unggulan daerah melalui pendekatan teknologi.

Scroll to Top