FSTUnikama – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sukses menyelenggarakan pelatihan intensif pengenalan dan penggunaan alat praktikum fisika bagi para pelajar tingkat menengah atas. Kegiatan pengabdian dan edukasi ini dilaksanakan di dua sekolah mitra di Kabupaten Probolinggo, yakni MA Arriyadlah Pandean, Paiton, dan SMAN 1 Besuk.
Istimewanya, agenda ini tidak hanya diisi dengan kegiatan pelatihan, melainkan juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama strategis antara Unikama dengan MA Arriyadlah Pandean Paiton serta SMAN 1 Besuk. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, pengajaran, serta pengembangan kapasitas laboratorium sekolah.
Pelatihan tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh siswa dan siswi jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di masing-masing sekolah. Dalam pelaksanaannya, tim dari Unikama menerjunkan 11 anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Fisika serta didampingi langsung oleh tiga dosen pembimbing. Dr. Nurul Ain, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Dr. Akhmad Jufriadi, S.Si., M.Si., Muhammad Sayyadi, S.Pd., MP.
Selama kegiatan, para siswa diajak untuk bereksplorasi langsung (hands-on experiment) menggunakan beragam perangkat laboratorium fisika. Mahasiswa HMPS bersama para dosen memberikan asistensi terarah, mulai dari kalibrasi instrumen, teknik pengukuran, perakitan rangkaian alat uji, hingga analisis data hasil observasi secara presisi.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Unikama, Dr. Nurul Ain, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menghadirkan atmosfer pembelajaran yang segar dan aplikatif di bangku sekolah.
“Melalui pengalaman belajar yang kontekstual, menarik, dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin tertarik untuk mempelajari fisika atau sains, memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap berbagai fenomena sains di lingkungan sekitarnya, serta tumbuh minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada bidang sains, khususnya Program Studi Pendidikan Fisika maupun Program Studi Pendidikan IPA,” ungkap Dr. Nurul Ain di sela-sela kegiatan.
Pihak sekolah, Hendri Kuncahyo, S.Pd. menyambut positif inisiatif ini karena memberikan kesempatan berharga bagi para murid untuk menjembatani teori yang didapat di kelas dengan pembuktian empiris di laboratorium. Sinergi antara sivitas akademika perguruan tinggi dan sekolah menengah ini diharapkan terus berlanjut guna mencetak generasi muda yang kritis, ilmiah, dan berdaya saing tinggi di bidang sains dan teknologi, ungkapnya.




