Bukan Cuma Soal IPK, Wisuda Menjadi Pertemuan Antara Perjuangan

FSTUnikama – Wisuda Tahun Akademik Semester Ganjil 2025/2026 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) merupakan seremoni pelepasan mahasiswa. Momentum ini dimanfaatkan kampus untuk menegaskan pentingnya karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI).

Dalam prosesi wisuda yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026), sebanyak 450 lulusan jenjang sarjana dan pascasarjana resmi dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 128/BAA/B22.5/UK-ML/V.2026 tertanggal 5 Mei 2026.

Dari total lulusan tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan menjadi penyumbang terbanyak dengan 192 wisudawan. Selanjutnya Pascasarjana meluluskan 96 mahasiswa, Fakultas Ekonomika dan Bisnis 59 lulusan, Fakultas Hukum 42 lulusan, Fakultas Bahasa dan Sastra 35 lulusan, serta Fakultas Peternakan dan Fakultas Sains dan Teknologi masing-masing 20 lulusan.

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru dalam menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Hari ini menjadi pertemuan antara perjuangan, harapan, dan masa depan. Di ruangan ini terkumpul kisah kerja keras mahasiswa, doa orang tua, dukungan keluarga, dedikasi dosen, serta ketekunan dalam menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi, transformasi digital, hingga disrupsi ekonomi menuntut sumber daya manusia yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Sudi Dul Aji juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar akademik. Menurutnya, kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh konsistensi, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang dibanding sekadar kecerdasan intelektual.

“Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga ketekunan, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar. Jadilah pembelajar sepanjang hayat dan terus tingkatkan kapasitas diri,” tegasnya.

Selain pesan dari rektor, perhatian juga tertuju pada paparan Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh data akademik mahasiswa telah tercatat dengan benar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Bahkan, para wisudawan diminta langsung mengecek data masing-masing melalui telepon genggam saat acara berlangsung guna memastikan status akademik mereka telah berubah menjadi lulus.

Menurut Dyah, validitas data di PDDIKTI sangat penting karena berkaitan langsung dengan penggunaan ijazah, proses rekrutmen kerja, hingga verifikasi administrasi di berbagai instansi.

“Jangan sampai ketika ijazah digunakan muncul kendala karena di PDDIKTI masih tercatat aktif. Status mahasiswa harus sudah dinyatakan lulus,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesalahan data akademik masih kerap ditemukan ketika lulusan mengikuti seleksi pekerjaan atau proses verifikasi dokumen. Karena itu, mahasiswa perlu memastikan seluruh identitas akademiknya tercatat dengan benar.

“Pastikan nama, nomor induk mahasiswa, program studi, dan seluruh data diri di PDDIKTI sudah sesuai,” katanya.

Dyah menjelaskan, sejumlah lembaga pemerintah maupun instansi penegak hukum sering melakukan verifikasi data akademik langsung kepada LLDIKTI saat proses rekrutmen pegawai.

Sementara itu, sejumlah wisudawan berhasil mencatatkan prestasi akademik terbaik di fakultas masing-masing. Ahmad Zahidin Al Faruq dari Program Studi PGSD menjadi lulusan terbaik Fakultas Ilmu Pendidikan dengan IPK 3,97. Dari Fakultas Peternakan, capaian tertinggi diraih Stephanus Herin Pinastico dengan IPK 3,94, sedangkan Fakultas Hukum menempatkan Nur Azizah sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,92.

Di Fakultas Sains dan Teknologi, Novita Rahma Sari dari Program Studi Pendidikan Fisika meraih IPK 3,88. Fakultas Ekonomika dan Bisnis mencatat Nur Avidah dari Program Studi Manajemen sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,87. Sementara Fakultas Bahasa dan Sastra menobatkan Sesilia Yessyca Amelia Putri dari Pendidikan Bahasa Inggris sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,83.

Untuk jenjang Pascasarjana, prestasi tertinggi diraih Lailatul Anggraini dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika dengan IPK 3,97 dan predikat cumlaude.

Pelaksanaan wisuda tahun ini juga bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Unikama ke-69. Momen tersebut dimanfaatkan kampus untuk menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pesannya kepada para wisudawan, Sudi Dul Aji mengajak lulusan mengambil peran aktif membangun bangsa melalui profesi yang akan mereka jalani.

“Jadilah guru yang menginspirasi, pemimpin yang melayani, wirausahawan yang membuka lapangan kerja, peneliti yang menghasilkan inovasi, serta warga negara yang menjaga persatuan,” tuturnya.

Menutup sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya menghasilkan individu berpengetahuan, tetapi juga manusia yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas. “Ilmu pengetahuan memberikan arah, karakter menjadi sumber kekuatan, dan pengabdian menghadirkan makna dalam kehidupan,” pungkasnya.

Scroll to Top